PELATIHAN CALON PEMBINA OLIMPIADE MATEMATIKA BAGI GURU SMP DI KABUPATEN BLITAR

  • Dahliatul Hasanah Universitas Negeri Malang
  • Tjang Daniel Chandra
  • Santi Irawati
  • Hery Susanto

Abstract

Pemerintah Indonesia setiap tahun mengadakan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Soal-soal yang dilombakan dalam OSN umumnya bersifat soal yang tidak rutin yang metode penyelesaiannya menuntut pemikiran produktif seseorang untuk menggunakan strategi, pendekatan atau teknik khusus. Namun demikian, soal-soal yang demikian jarang ditemui di buku sekolah. Hal ini mengakibatkan siswa perlu disiapkan secara matang untuk mengikuti lomba tersebut. Guru di sekolah juga harus menguasai materi olimpiade untuk mempersiapkan siswa-siswanya mengikuti OSN. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 46 guru matematika SMP di Kabupaten Blitar, kebanyakan guru tidak familiar dan tidak siap membina siswa dengan soal-soal OSN. Sebanyak 61% menyatakan bahwa tidak ada pembinaan olimpiade di sekolah. Berdasarkan kondisi tersebut, pelatihan pembinaan olimpiade matematika bagi guru sangat perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan pembinaan olimpiade ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) pemantapan materi olimpiade matematika bagi guru SMP; (2) pendampingan untuk guru peserta pelatihan dalam pembinaan mandiri di sekolah masing-masing menggunakan buku pembinaan yang disusun oleh tim pengabdian; (3) tahap evaluasi, yaitu guru-guru peserta pelatihan menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi ketika mengadakan pembinaan di sekolah masing-masing. Peserta juga diberikan pre-test dan post-test untuk melihat adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan menyelesaikan masalah OSN. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyelesaian masalah  dan peningkatan kepercayaan diri guru dalam membina siswanya di sekolah.

Published
2019-10-21
Section
Articles