MEMBANGUN KETAHANAN PRODUKTIFITAS LANSIA MENJELANG DAN PURNA TUGAS

MEMBANGUN KETAHANAN PRODUKTIFITAS LANSIA MENJELANG DAN PURNA TUGAS

  • Aini Alifatin universitas muhammadiyah malang
  • Thathit Manon Andini
  • Retno Firdiyanti
  • Dini Kurniawati
  • Nurhayatin Nurhayatin

Abstract

Masa purna tugas merupakan masa dimana setiap orang berbeda dalam menyikapi. Ada yang menganggap sebagai masa istirahat, masa ibadah, atau justru masa yang terpuruk akibat berkurangnya penghasilan karena sudah dianggap tidak produktif. Singapura adalah contoh negara yang peduli dengan kesejahteraan lansia. Kebijakan “Re-employment” yang mendorong para warga lansia untuk kembali bekerja setelah mereka melampaui usia batas pensiun, 62 tahun. dengan Tujuan agar lansia memiliki rasa percaya diri yang kuat,  tidak merasa kesepian dan masih bisa mengisi waktu luang untuk mengisi kekosongan/kesepian. Ibu Lilik, adalah  salah  satu mitra yang sudah purna tugas, memiliki usaha produk tahu bakso. Omset tiap hari mampu meproduksi 300-350 butir tahu bakso yang penjualannya dengan  pemasaran yang  terbatas. Kemasan tahu bakso juga sangat sederhana sehingga tidak mampu bertahan lama, serta belum mendapatkan  ijin PIRT. Diperlukan support dan dukungan Tim Pengabdi UMM agar didapatkan ketahanan  produktivitas Lansia menjelang dan purna tugas sehingga pendampingan ini  menjadi pilot projek untuk pendampingan ketahanan produktivitas masa purna. Metode pendekatan yang dilakukan adalah Model pendampingan dimana Tim Pengabdi melatih dan meningkatkan kualitas sumber daya mitra dalam melakukan: budidaya, produksi pengolahan, pengemasan serta sosialisasi ijin PIRT. Hasil pendampingan, diperoleh peningkatan omset penjualan dan pendapatan.

Kata kunci : purna tugas, ketahanan, produktifitas

Published
2020-05-05
Section
Articles